Minggu, 09 Desember 2018

MERDEKA!!!
MARHAEN!!! MENANG!!!
GMNI!!! JAYA!!!


 Adapun Hasil Diskusi tentang senyap pada hari Sabtu, 08 Desember 2018 yaitu sebagai berikut.

       



                                                "Senyap dalam perspektif Marhaen"

Sebuah  Film dokumenter yang  menceritakan sejarah Pemberontakan G30S dengan Perspektif yang berbeda yaitu dari Korban-korban atau kerabat korban pembantaian oleh ABRI dan orang-orang yang tidak dikenali, 
dengan bertanya jawab kepada kerabat korban bahkan yang mengalami langsung  kekejamannya, betapa kelamnya suasana saat itu,.
maka kami menemukan pandangan baru, bahwa G30S ini adalah sesuatu Kejadian yang tidak dapat dibenarkan dengan mengorbankan BTI, Gerwani, dan PKI serta yang berhubungan dengan Komunis dibabat habis seperti layaknya berburu Binatang.

  salah satu pelaku sejarah itu menceritakan bagaimana dia melakukan pembunuhan, kemudian sebagiannya meminum darah si korban agar ada rasa keberanian atau ada rasa tanpa bersalah dalam diri untuk menghalalkan pembunuhan-pembunuhan lainnya.
   
sebanyak 3 Juta orang bahkan kemungkinan Lebih Rakyat Indonesia menjadi korban atas Kekejaman Rezim Orba atas beberapa Tudingan dan tuduhan yaitu 'Pemberontak'.


 Dalam film dokumenter senyap ini yang digagas oleh Joshua Oppenheimer,  rilis tanggal 4 November 2014 dan serentak diputar diberbagai kota Indonesia tanggal 4 Desember 2014 dalam rangka peringatan hari HAM sedunia, begitu banyak nilai moral yang dapat dipetik yaitu bahwasannya  segala sesuatu yang ditutupi dan disembunyikan akan terlihat juga dikemudian hari.
  
   Makadaripada itu melalui acara bedah film Senyap,  kami dari BKC GmnI Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyatakan sikap dengan mengecam segala bentuk ketidakadilan terhadap kemanusiaan seperti yang telah lama disembunyikan dengan gagah perkasa oleh antek-antek oknum  tertentu di era orde baru,  segala bentuk perayaan Hari kesaktian Pancasila 1 Oktober serta melakukan tindakan yaitu menanamkan didalam hati yang terdalam akan terus menyebarkan kabar baik dari perspektif yang berbeda salah satunya film senyap ini kepada orang-orang yang masih belum mengetahuinya baik dilingkungan keluarga maupun lingkungan kampus.


MERDEKA!!!
MARHAEN!!! MENANG!!!
GMNI!!! JAYA!!!

Minggu, 28 Oktober 2018

90 Tahun Sumpah Pemuda


Badan Kerja CabangGerakan Mahasiswa Nasional IndonesiaKota Palangka Raya


HARI SUMPAH PEMUDA

M E R D E K A !!!
            Doa kami, semoga para pemuda, para pejuang dan para pahlawan yang telah mendahului kita dapat tenang di sisi-Nya. Dan semoga pemuda generasi penerus bangsa ini dapat meneruskan perjuangan kalian. Amin

            Pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah momentum bersejarah Indonesia yang dikenal dengan hari lahir SUMPAH PEMUDA dan juga sebagai tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hari Sumpah Pemuda tidak langsung di tetapkan pada hari itu saja akan tetapi ada tahapan-tahapannya yaitu dari Kongres Pemuda I sampai ke Kongres Pemuda II. Kongres Pemuda I dilaksanakan di Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 30 April – 02 Mei 1926 yang digagas oleh PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) yang menjadi Ketua adalah Mohammad Tabrani dengan hasil yaitu Pertama, Kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada Ekonomi, Sosial dan Budaya. Kedua, untuk mengadakan Kongres Pemuda II.
            Kongres Pemuda ke II pada tanggal 27-28 Oktober 1928, di Batavia (Jakarta) yang diketuai oleh Soegondo Djojopoestito dari PPPI. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis oleh Moehammad Yamin pada secarik kertas dan dibacakan oleh Ketua Panitia Kongres Pemuda Soegondo. Adapun hasil Kongres Pemuda II (yang sekarang disebut SUMPAH PEMUDA) adalah sebagai berikut:

1.       KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH AIR INDONESIA.
2.   KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA.
3.   KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA

            Apa api sejarah yang kita warisi sekarang ?
            Api sejarah yang kita warisi sekarang adalah semangat persatuan, semangat perjuangan, semangat menimba ilmu setinggi-tingginya dan semangat mengabdi kepada masyarakat serta semangat Gotong Royong.
            Apa yang seharusnya pemuda lakukan sekarang untuk memaknai sumpah pemuda ?
            Pemuda sekarang harusnya tidaklah mewarisi abunya sejarah yang sudah tidak dapat diulangi. Sebaiknya marilah memaknainya dengan melakukan penyadaran terhadap diri sendiri dan pada orang lain. Penyadarannya dapat berupa tindakan yang positif dan produktif seperti diskusi pelajaran dalam hal memecahkan masalah, berprestasi, berolahraga, bekerja, menjaga kebersihan lingkungan, menjauhi narkoba dan kegiatan lainnya.
            Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang juga teknologi yang tidak bisa dihindari akan tetapi sebagai pemuda harus dapat memfilter (menyaring) semua itu. Para pemuda dulu dengan semangat persatuan dan gotong royong untuk memerdekakan Indonesia supaya anak cucunya dapat mengelola, mengolah dan menikmati kekayaan alam tetapi keadaan sekarang malahan bangsa asing yang menikmati dan hanya sekelompok orang, semua itu diakibatkan kran-kran asing dibuka. Melaratnya rakyat bukan karena kemalasannya akan tetapi dimelaratkan oleh sistem yaitu sistem Kapitalisme, Feodalisme, Impirealisme, Kolonialisme dan sistem lainnya yang menindas.
            Akhirnya, dengan momentum sumpah pemuda ini, marilah kita menghargai para perjuangan mereka yang menginginkan Persatuan bangsa kita. Hidup sesuai cerminan Pancasila untuk menuju Indonesia yang jaya. Jikalau Kongres Pemuda II bisa menyatukan semua pemuda dengan semangat mudanya, dan untuk mengatasi kemerosotan pemuda zaman sekarang apakah kita perlu membuat Kongres Pemuda III untuk menyatukan pemuda Indonesia seperti dulu lagi dengan semangatnya?

M E R D E K A !!!!!                              
Ig: catatanbkcgmnikotapky
Fb: Bung Sarinah Palangkaraya