MERDEKA!!!
MARHAEN!!! MENANG!!!
GMNI!! JAYA!!!
"Tugas Marhaenis Sebelum dan Sesudah Pemilu Tahun 2019"
Menurut KBBI, tugas ialah suatu yang harus dilakukan, Sedangkan Marhaenis ialah orang yang melakukan, merealisasikan, menganut, menjalankan tanggung jawab untuk melindungi, membela, memperjuangkan kaum Marhaen dengan ajaran yang sesuai dengan Marhaenisme.
Marhaen secara sempit adalah seorang yang ditemui Bung Karno yang bernama Mang'aen atau secara sederhana seorang petani atau buruh yang tertindas. Namun, secara luasnya Marhaen merupakan manusia yang tidak dipandang dari gendernya baik perempuan ataupun laki-laki yang termasuk dalam konteks tertindas.
Apa kaitannya dengan pemilu?
Kaitannya, sebagai seorang Marhaenis dalam ruang lingkup secara sempit yaitu di GmnI ataupun secara luasnya semua orang yang melakukan tanggung jawab memperjuangkan orang-orang yang tertindas jika diliat sesuai konteks perpolitikan hari ini dengan begitu banyak nya isu-isu yang dimainkan guna mempertahankan kekuasaan ataupun mendapatkan kekuasaan diperlukan adanya kontrol, pengawasan terhadap hal tersebut. Maka daripada itu seorang Marhaenis sangat diperlukan baik dalam ruang lingkup sempit maupun luas.
Melalui diskusi kali ini, dengan dihadiri beberapa bung dan Sarinah maka kesimpulannya yaitu kita harus berpartisipasi mengawasi pemilu sesuai daerah pemilihan masing-masing dan ikut menyadarkan masyarakat ataupun orang terdekat sesuai konteks keadaan perpolitikan hari ini sesuai dengan kemampuan kita.
Demikian, sekian dan terima kasih.
MERDEKA!!!
MARHAEN!!! MENANG!!!
GMNI!!! JAYA!!!
PENA MARHAEN
Selasa, 12 Maret 2019
Minggu, 09 Desember 2018
MERDEKA!!!MARHAEN!!! MENANG!!!
GMNI!!! JAYA!!!
Adapun Hasil Diskusi tentang senyap pada hari Sabtu, 08 Desember 2018 yaitu sebagai berikut.
"Senyap dalam perspektif Marhaen"
Sebuah Film dokumenter yang menceritakan sejarah Pemberontakan G30S dengan Perspektif yang berbeda yaitu dari Korban-korban atau kerabat korban pembantaian oleh ABRI dan orang-orang yang tidak dikenali,
dengan bertanya jawab kepada kerabat korban bahkan yang mengalami langsung kekejamannya, betapa kelamnya suasana saat itu,.
maka kami menemukan pandangan baru, bahwa G30S ini adalah sesuatu Kejadian yang tidak dapat dibenarkan dengan mengorbankan BTI, Gerwani, dan PKI serta yang berhubungan dengan Komunis dibabat habis seperti layaknya berburu Binatang.
salah satu pelaku sejarah itu menceritakan bagaimana dia melakukan pembunuhan, kemudian sebagiannya meminum darah si korban agar ada rasa keberanian atau ada rasa tanpa bersalah dalam diri untuk menghalalkan pembunuhan-pembunuhan lainnya.
sebanyak 3 Juta orang bahkan kemungkinan Lebih Rakyat Indonesia menjadi korban atas Kekejaman Rezim Orba atas beberapa Tudingan dan tuduhan yaitu 'Pemberontak'.
Dalam film dokumenter senyap ini yang digagas oleh Joshua Oppenheimer, rilis tanggal 4 November 2014 dan serentak diputar diberbagai kota Indonesia tanggal 4 Desember 2014 dalam rangka peringatan hari HAM sedunia, begitu banyak nilai moral yang dapat dipetik yaitu bahwasannya segala sesuatu yang ditutupi dan disembunyikan akan terlihat juga dikemudian hari.
Makadaripada itu melalui acara bedah film Senyap, kami dari BKC GmnI Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menyatakan sikap dengan mengecam segala bentuk ketidakadilan terhadap kemanusiaan seperti yang telah lama disembunyikan dengan gagah perkasa oleh antek-antek oknum tertentu di era orde baru, segala bentuk perayaan Hari kesaktian Pancasila 1 Oktober serta melakukan tindakan yaitu menanamkan didalam hati yang terdalam akan terus menyebarkan kabar baik dari perspektif yang berbeda salah satunya film senyap ini kepada orang-orang yang masih belum mengetahuinya baik dilingkungan keluarga maupun lingkungan kampus.
MERDEKA!!!
MARHAEN!!! MENANG!!!
GMNI!!! JAYA!!!
Minggu, 28 Oktober 2018
90 Tahun Sumpah Pemuda
Badan Kerja CabangGerakan Mahasiswa Nasional IndonesiaKota Palangka Raya
HARI SUMPAH PEMUDA
M
E R D E K A !!!
Doa
kami, semoga para pemuda, para pejuang dan para pahlawan yang telah mendahului
kita dapat tenang di sisi-Nya. Dan semoga pemuda generasi penerus bangsa ini
dapat meneruskan perjuangan kalian. Amin
Pada
tanggal 28 Oktober 1928 adalah momentum bersejarah Indonesia yang dikenal
dengan hari lahir SUMPAH PEMUDA dan
juga sebagai tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Hari Sumpah
Pemuda tidak langsung di tetapkan pada hari itu saja akan tetapi ada
tahapan-tahapannya yaitu dari Kongres Pemuda I sampai ke Kongres Pemuda II. Kongres
Pemuda I dilaksanakan di Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 30 April – 02 Mei
1926 yang digagas oleh PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) yang
menjadi Ketua adalah Mohammad Tabrani dengan hasil yaitu Pertama, Kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada Ekonomi,
Sosial dan Budaya. Kedua, untuk
mengadakan Kongres Pemuda II.
Kongres
Pemuda ke II pada tanggal 27-28 Oktober 1928, di Batavia (Jakarta) yang
diketuai oleh Soegondo Djojopoestito dari PPPI. Rumusan Sumpah Pemuda ditulis
oleh Moehammad Yamin pada secarik kertas dan dibacakan oleh Ketua Panitia
Kongres Pemuda Soegondo. Adapun hasil Kongres Pemuda II (yang sekarang disebut
SUMPAH PEMUDA) adalah sebagai berikut:
1. KAMI
PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH AIR
INDONESIA.
2. KAMI
PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA.
3. KAMI
PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA
Apa api sejarah yang kita warisi
sekarang ?
Api sejarah yang kita warisi
sekarang adalah semangat persatuan, semangat perjuangan, semangat menimba ilmu
setinggi-tingginya dan semangat mengabdi kepada masyarakat serta semangat
Gotong Royong.
Apa yang seharusnya pemuda lakukan
sekarang untuk memaknai sumpah pemuda ?
Pemuda sekarang harusnya tidaklah
mewarisi abunya sejarah yang sudah tidak dapat diulangi. Sebaiknya marilah
memaknainya dengan melakukan penyadaran terhadap diri sendiri dan pada orang
lain. Penyadarannya dapat berupa tindakan yang positif dan produktif seperti
diskusi pelajaran dalam hal memecahkan masalah, berprestasi, berolahraga,
bekerja, menjaga kebersihan lingkungan, menjauhi narkoba dan kegiatan lainnya.
Semakin berkembangnya zaman, semakin
berkembang juga teknologi yang tidak bisa dihindari akan tetapi sebagai pemuda
harus dapat memfilter (menyaring) semua itu. Para pemuda dulu dengan semangat persatuan
dan gotong royong untuk memerdekakan Indonesia supaya anak cucunya dapat
mengelola, mengolah dan menikmati kekayaan alam tetapi keadaan sekarang malahan
bangsa asing yang menikmati dan hanya sekelompok orang, semua itu diakibatkan
kran-kran asing dibuka. Melaratnya rakyat bukan karena kemalasannya akan tetapi
dimelaratkan oleh sistem yaitu sistem Kapitalisme, Feodalisme, Impirealisme,
Kolonialisme dan sistem lainnya yang menindas.
Akhirnya, dengan momentum sumpah
pemuda ini, marilah kita menghargai para perjuangan mereka yang menginginkan
Persatuan bangsa kita. Hidup sesuai cerminan Pancasila untuk menuju Indonesia
yang jaya. Jikalau Kongres Pemuda II bisa menyatukan semua pemuda dengan
semangat mudanya, dan untuk mengatasi kemerosotan pemuda zaman sekarang apakah
kita perlu membuat Kongres Pemuda III untuk menyatukan pemuda Indonesia seperti
dulu lagi dengan semangatnya?
M E R D E K A !!!!!
Ig: catatanbkcgmnikotapky
Fb: Bung Sarinah Palangkaraya
Langganan:
Komentar (Atom)
